Makanan Mengandung Melamin Beredar di Palembang
Palembang, BP. Produk makanan terutama susu dan produk turunannya asal Cina diduga
beredar di Palembang. Terbukti dari tim Balai Besar Pengawasan Obat dan
Makanan (BBPOM) Palembang ke sejumlah pusat perbelanjaan telah
mengamankan sejumlah produk asal Cina yang diduga mengandung melamin,
yakni Oreo, Magic Ice Cream, dan permen White Rabbit. Produk yang dijual di pusat perbelanjaan, toko manisan, dan pasar
tradisional ini ditarik, menyusul penemuan susu asal negara Tirai Bambu
yang terkontaminasi melamin.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM Palembang Devi Lidiarti,
kepada BeritaPagi, Rabu (24/9), pihaknya menggelar sidak sehari pada
Rabu (24/9), di Carrefour, Hypermart, Superindo, Supermarket Diamond,
Toko P&D Manis, toko manisan di Pasar Sayangan, toko di Perumnas
Sako, dan toko di Pasar Kuto. Alhasil, ditemukan produk asal Cina yang
dicurigai mengandung melamine, yakni permen White Rabbit, Magic Ice
Cream, dan Oreo produk Cina.
“Kami melakukan pengamanan terhadap produk Cina yang diduga berbahaya
ini untuk melindungi konsumen. Hanya saja, untuk memastikan apakah
produk tersebut terkontaminasi melamin atau tidak, perlu diuji
laboratorium. Tapi produk tersebut untuk sementara dilarang untuk
dijual ke pasaran, baik oleh pusat perbelanjaan, toko-toko, dan pasar
tradisional,” kata Devi ketika dihubungi BeritaPagi. Devi mengatakan, pihaknya melakukan sidak sesuai dengan instruksi dari
BPOM Pusat, agar BPOM se-Indonesia menarik produk asal Cina, terutama
yang terkontaminasi melamin.
Kepala Disperindag Sumsel Drs H Eppy Mirza mengatakan, pihaknya tetap
rutin melakukan pengawasan terhadap produk makanan dan sembako di
pasaran. “Kalau soal produk asal Cina, sudah ditegaskan menteri tidak
ada di Indonesia. Meskipun begitu, kami akan tetap cek di pasaran,”
ujarnya.
Seperti diketahui, BPOM Pusat menarik produk-produk mengandung susu
dari Cina, lantaran diduga terkontaminasi melamin. Produk-produk
tersebut, yakni Jinwel Yougoo (susu fermentasi rasa jeruk, aneka buah,
dan tanpa rasa), Guozhen (susu bubuk full cream), Meiji Indoeskrim Gold
Monas (rasa coklat dan vanila), Oreo Stick Wafer, Oreo Sandwich
Cookies, M&M's (Kembang gula coklat susu), Snicker's
(Biskuit-Nougat lapis coklat), Dove Choc (Kembang gula coklat), Natural
Choice Yogurt Flavoured Ice Bar, Yili Bean Club (matcha Read Bean ice
Bar, Red Bean Ice Bar, Yili Prestige Chocliz, Chesnut Ice Bar), Nestle
Dairy Farm UHT Pure Mild, Yili High Calcium low fat Milk Beverage, Yili
High Calcium Milk Beverage, Yili Pure Milk, Dutch Lady Strawberry
Flavoured Milk, White Rabbit Creamy Candy, dan Yili Choice Dairy Frozen
Yogurt Bar.
BPOM juga menjelaskan tidak ada susu bayi dari Cina. Namun diakui
memang ada susu bubuk full cream dari Cina untuk orang dewasa dengan
merek Guozhen.
12 Negara Larang Impor Susu Cina
Sedikitnya 12 negara telah melarang impor produk susu dan olahan susu
asal Cina, termasuk Indonesia, menyusul tewasnya empat bayi Negeri
Tirai Bambu itu. Sejak skandal ini mencuat dua pekan lalu, Bangladesh, Brunei
Darussalam, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Burundi,
Kenya, dan Gabon telah mengeluarkan larangan impor susu atau makanan
yang mengandung susu dari Cina.
Vietnam bahkan telah menguji seluruh produk susu Cina dan menarik
ribuan galon (liter) susu dari rak-rak supermarket. Sedangkan Kolombia
telah melarang impor seluruh susu bubuk asal China dan turunannya sejak
pekan lalu.
Kehawatiran terhadap produk-produk asal Cina itu telah membuat sejumlah
negara, seperti Kanada dan Australia, melakukan pengujian terhadap
produk seperti kue dan permen. Ketakutan terhadap hal ini beralasan. Selain empat bayi tewas,
dilaporkan sebanyak 54.000 balita mengalami sakit setelah mengonsumsi
susu formula. Bahkan, orangtua yang khawatir buru-buru membawa anak
mereka ke rumah sakit untuk tes kesehatan.
"Saya masih khawatir dengan anak saya," kata Mary Yu, seorang ibu di
Hongkong yang mengantar anaknya berobat ke rumah sakit, seperti
dilansir Associated Press, Rabu (24/9). "Saya minta anak saya dites
secara menyeluruh untuk memastikan keselamatannya," tambahnya.
Dilaporkan pula, Uni Eropa mendesak bea dan cukai negara-negara
anggotanya untuk mengecek secara intensif impor prodak seperti roti
atau coklat, untuk memastikan tidak adanya campuran susu yang
terkontaminasi.
Kajian para ahli mengenai bahaya melamin bagi manusia sejauh ini masih
terbatas. Namun, dalam uji coba hewan, zat kimia itu terkait batu
ginjal dan kerusakan sistem reproduksi. Jika susu yang tercemar melamin
dikonsumsi, ada kemungkinan menimbulkan gangguan metabolisme pada bayi
dan anak-anak.
Organ tubuh yang paling cepat mengalami gangguan metabolisme adalah
ginjal yang berfungsi membuang racun-racun. Jika konsentrasi racun,
dalam hal ini melamin, terlalu tinggi, hal itu akan mengganggu fungsi
ginjal. Zat Melamin adalah zat kimia berbahaya untuk cat, tekstil, plastik,
pupuk dan produk-produk pembersih. Zat ini bisa menyebabkan sakit
ginjal, kanker dsb.
Para pemasok susu kemungkinan telah mencampur susu dengan air lalu
menambahkan melamin. Tujuannya, agar tingkat protein susu terlihat
lebih tinggi dari sebenarnya. /nor/dts/okz
Sumber : http://beritapagi.co.id















