Informasi Publik

Ayo Lapor Jika Pulang Dari Bepergian

Rusmini Wiyati Mar 28, 2020
Tidak semua ODP langsung dirawat di Rumah Sakit, jangan takut melapor jika pulang dari bepergian ke daerah terjangkit covid-19

Walaupun saat ini sudah diberlakukan aturan social distancing, akan tetapi kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat Kabupaten OKU yang bepergian ke daerah-daerah yang sudah terjangkit covid-19. Dan sangat disayangkan, kesadaran masyarakat untuk melaporkan dirinya baik kepada perangkat desa maupun puskesmas setempat setelah pulang dari bepergian masih kurang.

Kemampuan petugas puskesmas untuk menemukan ODP baru dengan memeriksa pendatang di stasiun kereta api maupun terminal bus sangat terbatas, karena lebih banyak lagi masyarakat yang kembali ke Kabupaten OKU dengan menggunakan kendaraan pribadi, sehingga tidak terdeteksi oleh petugas puskemas.

Kesadaran masyarakat yang kurang untuk melaporkan dirinya ini dapat membahayakan keluarga maupun masyarakat di sekitarnya jika ternyata ia sudah terinfeksi covid-19 ditempat yang baru saja dikunjunginya, karena walaupun dia sendiri tidak menunjukkan gejala penyakit, akan tetapi tetap dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain. Jika kondisi ini dibiarkan, maka dalam waktu yang singkat penyebaran virus dapat berkembang dengan cepat dan akan lebih sulit untuk ditanggulangi.

Tidak semua ODP akan dirawat di rumah sakit, akan tetapi tergantung dari perkembangan kondisi kesehatannya. Ada hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat agar dengan kesadarannya sendiri mau melaporkan dirinya jika pulang dari bepergian ke daerah terjangkit covid-19, yaitu :

  1. Orang Tanpa Gejala (OTG) :
    Yaitu orang tidak bergejala dan memiliki risioko tertular dari orang positif covid-19
    Tindak lanjut :
    Isolasi diri di rumah
  2. Orang Dalam pemantauan (ODP), yaitu :
    a. Orang yang mengalami demam ( ≥ 38C) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.
    b. Orang yang mengalami gangguan sistem pernafasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau kemungkinan covid-19
    Tindak lanjut :
    Isolasi diri di rumah
  3. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) , yaitu :
    a. Orang dengan infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥ 38C) atau riwayat demam, disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernafasan seperti batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.
    b. Orang dengan demam (≥ 38C) atau riwayat demam, atau ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau kemungkinan covid-19.
    c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan
    Tindak lanjut :
    a. Ringan : isolasi di rumah
    b. Sedang : rawat di Rumah Sakit Darurat
    c. Berat : rawat di Rumah Sakit Rujukan
  4. Konfirmasi :
    Yaitu pasien yang terinfeksi covid-19 dengan hasil positif melalui pemeriksaan PCR
    Tindak lanjut :
    a. Sedang : rawat di Rumah Sakit Darurat
    b. Berat : rawat di Rumah Sakit Rujukan