Kegiatan

BIAS-MR Kabupaten OKU di Masa Pandemi Covid-19

Rusmini Wiyati Sep 04, 2020
Pelaksanaan BIAS-MR di MI Al Falah Desa Batumarta III wilayah kerja UPTD Puskesmas Batumarta II

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau konjungtivitis akan tetapi sangat berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok/herd immunity tidak terbentuk. Ketika seseorang terkena campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak. Seseorang dapat kebal jika telah diimunisasi atau terinfeksi virus campak.

Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi rubella yang terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan.

Vaksin Measles Rubella (MR) adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) berupa serbuk kering dengan pelarut diberikan kepada sasaran dengan cara penyuntikan. Dengan pemberian imunisasi campak dan rubella dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan.

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan Kampanye Imunisasi MR. Pelaksanaan kampanye imunisasi MR dibagi ke dalam 2 fase. Fase pertama dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2017 di seluruh Jawa, fase kedua dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2018 di seluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (Juknis Kampanye MR, Kemenkes RI).

Di Kabupaten OKU, Kampanye MR telah dilaksanakan pada tahun 2018 yang lalu dengan sasaran anak usia >9 bulan sampai dengan usia <15 tahun, selanjutnya vaksinasi MR diberikan melalui program imunisai rutin. Khusus untuk anak usia sekolah, di tahun 2020 ini pemberian vaksinasi MR dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

BIAS-MR di MI Al Falah tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan

Walaupun saat ini pandemi covid-19 masih berlangsung, BIAS di Kabupaten OKU tetap dilaksanakan 2 kali dalam setahun. BIAS pertama dilaksanakan pada Bulan Agustus untuk memberikan vaksin MR pada sasaran anak kelas I SD/MI dan BIAS ke-dua dilaksanakan pada Bulan November dengan sasaran anak kelas I SD/MI menggunakan vaksin DT serta anak kelas II dan V menggunakan vaksin TD.

Lokasi pelaksanaan BIAS berbeda untuk tiap sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah. Karena saat ini proses pembelajaran jarak jauh sehingga ada beberapa sekolah yang menyepakati lokasi pelaksanaan BIAS dilaksanakan di Puskesmas.

BIAS-MR wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja dilaksanakan di Puskesmas

Kendala yang dihadapi oleh petugas puskesmas dalam pelaksanaan BIAS MR sampai saat ini adalah masih adanya orang tua siswa yang tidak mengizinkan anaknya diberi suntikan vaksin MR. Hal ini dapat menyebabkan tidak tercapainya target cakupan imunisasi. Jika cakupan imunisasi kurang dari 95% maka perlindungan kelompok yang terjadi tidak maksimal, sehingga masih memungkinkan terjadinya penularan penyakit campak dan rubella di Kabupaten OKU.