Kegiatan

Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Lakukan Kalibrasi Alat Kesehatan

Rusmini Wiyati Dec 02, 2020
Pembukaan kalibrasi di Hotel Grand Kemuning

Sebagai salah satu upaya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna layanan kesehatan, Dinas Kesehatan kembali melakukan kalibrasi peralatan kesehatan yang ada di puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah se Kabupaten OKU. Kegiatan kalibrasi alat kesehatan tahun 2020 dilaksanakan selama lima hari mulai 28/11/2020 sampai dengan 02/12/2020, dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Rozali, SKM, MM di Hotel Grand Kemuning Baturaja. Pengujian alat kesehatan ini dilaksanakan oleh PT. Sinergi Kalibrasi Nusantara (SKN).

Pelaksanaan kalibrasi di Dinas Kesehatan Kabupaten OKU

Selanjutnya untuk memudahkan petugas dari fasyankes membawa alat kesehatan masing-masing, tempat pelaksanaan kalibrasi dilaksanakan di tiga lokasi yaitu lokasi pertama di Dinas Kesehatan Kabupaten OKU untuk puskesmas-puskesmas dalam kota dan Laboratorium Kesehatan Daerah, lokasi ke-dua di UPTD Puskesmas Pengandonan untuk UPTD Puskesmas Pengandonan, Ulak Pandan, Muara Jaya dan Mendingin dan lokasi ke-tiga di UPTD Puskesmas Lubuk Rukam untuk UPTD Puskesmas Lubuk Rukam, Peninjauan, Karya Mukti dan Kedaton

Pelaksanaan kalibrasi di UPTD Puskesmas Lubuk Rukam

Kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar/tolak ukur. Kegiatan Kalibrasi Alat Kesehatan dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 54 Tahun 2015 Tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan yang menyatakan bahwa setiap alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan harus dilakukan uji dan/atau kalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan atau Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan.  

Pelaksanaan Kalibrasi di UPTD Puskesmas Pengandonan

Dengan adanya kegiatan kalibrasi alat kesehatan ini diharapakan akan lebih meningkatkan kualitas/mutu pelayanan kesehatan, menghindari kerusakan alat kesehatan, memastikan keakuratan alat ukur, serta dapat menghindari terjadinya kesalahan diagnosa akibat penggunaan alat kesehatan yang tidak akurat. (Kontributor : Nurazizah, S.Tr. Keb)