Kesehatan Gratis Mulai Berlaku Januari 2009
PALEMBANG – Gubernur Sumsel Alex Noerdin optimistis, program
kesehatan dan pendidikan gratis yang dijanjikannya semasa kampanye
beberapa waktu lalu terealisasi pada awal 2009 mendatang.
Khusus kesehatan gratis, Alex
menjamin pada Januari 2009 sudah dapat dirasakan masyarakat Sumsel.
Sementara, untuk pendidikan gratis akan dimulai sekitar Juli 2009, atau
saat memasuki tahun ajaran baru. “Bagi saya, jabatan tidak lima tahun,
melainkan maksimal lima tahun. Jadi, jika jabatan mau hilang, bisa dalam
satu malam. Sesuai janji, saya akan mengundurkan diri jika dalam satu
tahun tidak dapat menerapkan pendidikan dan berobat gratis”, kata Alex. Dia
bahkan mengecam keras bupati/wali kota yang tidak menjalankan
pendidikan dan kesehatan gratis. Menurut Alex, dari total 15
kabupaten/kota di Sumatera Selatan, hanya satu daerah yang tidak setuju
dengan program tersebut. “14 daerah mendukung dan satu daerah tidak
bersedia. Saya akan pimpin dan kerahkan rakyatnya untuk menuntut,” ujar
Alex tanpa menyebutkan daerah yang menolak itu, di Griya Agung, Sabtu
(8/11) lalu.
Menurut Alex, program pendidikan dan kesehatan
gratis sangat mungkin diterapkan di seluruh Provinsi Sumsel. Dengan
menerapkan mekanisme sharing pendanaan tertentu, kedua program yang
sebenarnya telah menjadi hak masyarakat tersebut dapat terlaksana
dengan sempurna di Sumsel, seperti dengan pembagian tanggung jawab
anggaran 70% dan 30% antarprovinsi. “Provinsi sudah sangat siap untuk
menjalankan program itu dengan berbagi tanggung jawab bersama
kabupaten/kota,”ujarnya.
Alex menambahkan, walau tanpa
dukungan salah satu daerah, program tersebut tetap akan berjalan. Namun,
bagi daerah yang tidak menjalankannya, semua dikembalikan kepada
masyarakat setempat. “Yang punya masyarakat kan mereka (bupati/wali
kota). Jadi, tidak ada alasan tidak menjalankannya. Jangan
dipilih lagi pemimpin tersebut jika dia mencalonkan kembali,” ucapnya.
Pendidikan dan kesehatan gratis merupakan hak dasar masyarakat yang
sudah selayaknya dipenuhi. Dengan kedua program itu, beban masyarakat
menjadi berkurang dan dapat sedikit menyisihkan pendapatannya. “Kalau
program ini sudah berjalan, masyarakat akan terbantu,”katanya. Alex
juga mengaku heran jika terdapat bupati/wali kota yang tidak ingin
meringankan beban masyarakatnya.
Padahal, anggaran atau APBD
dihabiskan untuk mengalokasikan proyek yang tidak terlalu bermanfaat
bagi masyarakat. “Masak untuk bantu masyarakat tidak mau. Untuk proyek
tidak jelas malah dianggarkan,”ucapnya. Kepada masyarakat, lanjut Alex,
mereka dapat melihat sendiri bagaimana dukungan dari kepala daerahnya.
Jika kepala daerah tidak bersedia mengikuti dan mengalokasikan dana
sharing, masyarakat berhak menuntut.“ Berarti, kepala daerah tersebut
tidak layak menjadi pemimpin,”tandasnya.
Pengamat politik dari
Unsri Alfitri menanggapi, sungguh tidak bijak bagi pemimpin daerah yang
tidak mau mengikuti program yang telah menjadi hak rakyat dan
diamanatkan dalam UU. Mereka harus berhadapan dengan DPRD yang
mengontrol dan rakyat secara langsung. “Rakyat harus menuntut karena
kepala daerah tersebut tidak memenuhi keinginan masyarakatnya,” ujar
dia. Menurut Alfitri, adanya program kesehatan dan pendidikan
gratis merupakan niat yang luhur dari seorang Gubernur Sumsel. Apalagi,
niat tersebut diluncurkan pada saat ekonomi dihantam dampak krisis
keuangan global. “Daerah lain bisa, lalu mengapa ada daerah yang tidak
mau atau tidak memiliki anggaran,” katanya. Sebagai kontrol, lanjut dia,
masyarakat dapat menuntut haknya bersama DPRD.
Kemudian, adanya
sistem pemilihan kepala daerah secara langsung dapat dijadikan kontrol
dengan tidak memilih lagi pejabat tersebut karena tidak dapat atau
berkeinginan memenuhi hak dasar masyarakat. Sementara itu, Wali Kota
Palembang Eddy Santana Putra mengaku kesulitan untuk mewujudkan
pendidikan dan berobat gratis bagi seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya,
anggaran dalam APBD sangat minim untuk mewujudkan hal itu. Menurut
dia, selayaknya yang mendapatkan pendidikan dan berobat gratis hanya
dikhususkan bagi masyarakat miskin dan hampir miskin, bukan seluruh
masyarakat. “Dari mana uangnya kalau seluruh masyarakat digratiskan.
Berobat
gratis kan hanya untuk yang tidak mampu, seperti Jamkesmas. Kalau ada
yang tidak mampu lagi, baru kami biayai,” ungkapnya kepada SINDO di
Palembang kemarin. Menurut dia, saat ini pendidikan telah dianggarkan
sekitar 41% dari APBD. Sebagian besar digunakan untuk gaji guru,
sedangkan sisanya untuk pembenahan infrastruktur pendidikan. Bila
dipaksakan untuk pendidikan dan berobat gratis, dia menyatakan tidak
sanggup, meskipun harus sharing sebanyak 50% dari provinsi.
Selain
itu, Palembang saat ini sedang berbenah untuk pengembangan
infrastruktur, seperti jalan serta perbaikan sarana dan prasarana
perkotaan. Dengan APBD 2009 yang diproyeksikan sekitar Rp1,4 triliun,
kemampuan Kota Palembang dirasakan sangat sulit. Sementara itu, Kepala
Dinas Pendidikan, Pemuda,dan Olahraga, Kota Palembang Hatta Wazol masih
terus mengkaji untuk mengalokasikan pendidikan gratis di Palembang.
Meski diakui diperlukan masyarakat, tapi kemampuan daerah juga harus
dapat dimaklumi.
Hari Ini, Gubernur Presentasikan Arah Pembangunan 2008–2013
Pencapaian
pembangunan tergantung rencana dan arah pembangunan yang hendak
dicapai. Untuk itu, hari ini hari pertama masuk kantor, Gubernur
Provinsi Sumsel Alex Noerdin akan melakukan paparan mengenai arah
pembangunan Sumsel periode 2008–2013. Paparan berbasis
Information Communication Technology itu digelar di Hotel Aryadutha,
Jalan Kampus POM IX, Palembang. Paparan tersebut dilakukan di hadapan
seluruh bupati/wali kota, instansi terkait pembangunan, tokoh
masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, partai politik, perusahaan
media, serta komponen masyarakat Sumsel lainnya.
Pada
kesempatan itu juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman
(MoU) mengenai kerja sama pembangunan SMA negeri bertaraf internasional
antara Pemprov Sumsel dan Sampoerna Foundation. Hal itu dilakukan dalam
upaya meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Sumsel ke depan. Gubernur
Sumsel Alex Noerdin mengaku telah merencanakan kegiatan tersebut dengan
tujuan menyatukan arah pembangunan Sumsel dalam lima tahun ke
depan. Penyatuan arah pembangunan ini sangat penting sebagai upaya
percepatan pembangunan yang dituangkan dalam visi dan misi. “Saya akan
presentasikan langsung arah pembangunan Sumsel lima tahun mendatang. Saya
undang semua pihak, semua perwakilan komponen masyarakat, termasuk media
dan LSM,” ujarnya kemarin. Untuk mempersiapkan paparan tersebut, lanjut
Alex, dia telah melakukan persiapan sejak sebelum pelantikan.“ Apa saja
yang akan disampaikan secara detail, silakan kalian datang. Media juga
diundang secara khusus,” ucapnya.
Kepala Bagian Humas Biro
Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumsel Thonthowi HEP Permana
mengatakan, acara paparan Gubernur Alex tersebut dimulai sekitar pukul
09.00 WIB besok (hari ini). “Paparan ini ada dua bagian, yakni tentang
arah pembangunan Sumsel hingga 2013 dan pembangunan berbasis
Information Communication Technology,” tuturnya. (berli zulkanedi/ siera
syailendra)















