Kegiatan

Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten OKU Bertambah Lagi

Rusmini Wiyati May 13, 2020
Petugas TGC Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten OKU menjemput pasien dari rumah pasien menggunakan mobil ambulans sesuai dengan protokol kesehatan (13/5/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke BBLK Palembang, kasus konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten OKU hari ini (13/5/2020) bertambah lagi 15 kasus menjadi 26 orang. Dari 15 kasus tersebut 10 diantaranya merupakan transmisi penularan lokal, 2 kasus penularan berasal dari luar Kabupaten OKU (import) dan 3 kasus masih dalam penyelidikan sumber penularannya.

Penanganan kasus positif covid-19 ini telah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, dengan melakukan penjemputan pasien menggunakan mobil ambulans untuk diantar ke tempat isolasi atau rumah sakit rujukan yang telah ditentukan.

Pasien diantar petugas TGC Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten OKU ke RS TK. IV Dr. Noesmir Baturaja

Kondisi terakhir ini saat ini dari 26 kasus 4 kasus telah dinyatakan sembuh, 1 kasus dirawat di RSMH Palembang, 3 kasus dirawat di RS TK IV. Dr. Noesmir Baturaja, 4 kasus dirawat di RS St. Antonio Baturaja, 12 kasus diisolasi di Hotel Baturaja dan 2 kasus menjalani isolasi mandiri di rumah.

Dari 26 kasus positif tersebut 1 kasus berasal dari PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 25 kasus berasal dari OTG (Orang Tanpa Gejala) yang pernah kontak erat dengan penderita positif covid-19 atau pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit covid-19.

Pasien diantar petugas TGC Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten OKU ke RS St. Antonio Baturaja

Mengingat tingginya persentase kasus konfirmasi positif di Kabupaten OKU yang berasal dari OTG (96%) maka cara yang cukup efektif untuk menghindari penularan penyakit ini adalah tetap berada dirumah atau gunakan masker jika terpaksa berada di luar rumah, hindari kerumunan, jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain dan segera mencuci tangan pakai sabun/gunakan handsanitizer setelah memegang benda-benda di tempat umum karena kita tidak pernah tahu apakah orang yang berada di sekitar kita merupakan OTG yang sudah terinfeksi covid-19 atau bukan.