Artikel Kesehatan

Penilaian Lomba Sekolah Sehat di Kabupaten OKU

Rusmini Wiyati Oct 14, 2019

Lomba sekolah sehat tengah dilaksanakan secara nasional, hal ini memberikan tantangan tersediri bagi sekolah yang terpilih untuk menjadi delegasi sekolah terpilih di kabupaten OKU. Ada 3 sekolah terpilih di Kabupaten OKU untuk mengikuli lomba sekolah sehat yaitu SDN 23 OKU, SMP 13 OKU dan SMA 2 Batumarta unit II.

Dalam pembukaan lomba sekolah sehat yang berlangsung Kamis (10/10/2019) di SDN 23 OKU dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten OKU, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Tim Penggerak PKK, Camat, Lurah serta tim penilai Lomba Sekolah Sehat dari Provinsi Sumatera Selatan

Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten OKU Achamd Tarmizi, menyampaikan terimakasih kepada Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat dari Provinsi. Semoga dengan kunjungan ini memberikan motivasi untuk sekolah lain yang berada di OKU dan motivasi kepada pengelola dan pelaksana serta Pembina UKS dalam pelaksanakan lomba sekolah sehat ini

Tim Lomba Sekolah Sehat Provinsi Sumatera Selatan Ismawati, SKM menyampaikan ada sejumlah kriteria penilaian lomba sekolah sehat ini yaitu pembinaan UKS, pemantauan oleh Pembina, pekarangan dan kesehatan sekolah, kebersihan sarana dan prasarana sekolah, ruang guru, kantin, toilet, air bersih, tempat cuci tangan, tempat ibadah, kondisi tempat sampah dan ruang UKS.

Dalam pelaksanaan lomba sekolah sehat, tidak terlepas dari pelaksanaan Trias UKS di sekolah. Trias UKS diperlukan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dengan cara menanamkan prinsip dan pola hidup sehat sedini mungkin, melalui :

  1. Pendidikan kesehatan, dengan cara memberikan bimbingan dan atau tuntunan kepada peserta didik tentang kesehatan yang meliputi seluruh aspek kesehatan pribadi (fisik, mental dan sosial) agar kepribadiannya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
  2. Pelayanan kesehatan, meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilakukan terhadap peserta didik dan lingkungannya.
  3. Pembinaan lingkungan sekolah sehat, baik lingkungan fisik (ruang kelas, ruang UKS, WC, kantin sekolah, halaman dan lain-lain maupun lingkungan non fisik (perilaku membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan pakai sabun, tidak merokok dan lain-lain)