Informasi Publik

Pertolongan Pada Penderita Infeksi Dengue

Rusmini Wiyati May 23, 2019

 

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) memang tidak terduga. Secara umum, ciri-ciri demam berdarah adalah panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah. Namun sayangnya, gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain yang berakibat kerap terjadi salah diagnosis. Oleh sebab itu, kita harus lebih waspada dan mengenali gejala lainnya, agar penderita cepat mendapat pertolongan pertama DBD.

Setiap orang pasti cemas dan panik saat ada anggota keluarga mereka yang mengalami sakit apalagi jika terkena DBD. Hal tersebut wajar saja sepanjang tidak berlebihan dan tidak menyebabkan yang sakit jadi terabaikan. Pada dasarnya pengobatan orang terkena infeksi virus dengue yang bisa menyebabkan DBD bersifat simtomatis (menyangkut gejalanya) dan suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas kapiler dan sebagai akibat perdarahan. Pasien dengan Demam Dengue (DD) dapat berobat jalan, sedangkan pasien DBD dirawat di ruang perawatan biasa tetapi untuk kasus DBD dengan komplikasi diperlukan perawatan intensif.

Perlu diketahui, gejala dan tanda awal DBD dapat berupa panas tinggi tanpa sebab jelas yang timbul mendadak dan terus-menerus selama 2-7 hari, badan terasa lemah/les nyeri ulu hati, serta tampak bintikbintik merah pada kulit seperti bekas gigitan nyamuk. Untuk membedakan bintik merah akibat DBD, kulit bisa diregangkan. Jika bintik merah menghilang, berarti bukan bintik merah yang merupakan tanda penyakit DBD

Apabila kita menemukan gejala dan tanda-tanda seperti di atas, maka pertolongan pertama oleh keluarga yang diambil dari buku “Pedoman Pencegahan dan Pengendaian Demam Berdarah Dengue di Indonesia” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) adalah sebagai berikut:

  1. Tirah baring atau beristirahat dengan berbaring selama demam.
  2. Antipiretik atau obat penurun panas jenis parasetamol sebanyak 3 kali 1 tablet untuk dewasa dan 10-15 mg/kgBB/kali minum untuk anak. Asetosal, salisilat, dan ibuprofen tidak boleh dipergunakan karena dapat menyebabkan nyeri ulu hati akibat gastritis atau perdarahan.
  3. Kompres hangat untuk menurunkan demam.
  4. Minum banyak air (1-2 liter/ hari), semua cairan berkalori diperbolehkan kecuali cairan yang berwarna coklat dan merah (susu coklat, sirup merah).
  5. Bila terjadi kejang (jaga lidah agar tidak tergigit, longgarkan pakaian, tidak memberikan apapun lewat mulut selama kejang).

Jika dalam 2-3 hari panas tidak turun atau panas turun namun disertai timbulnya gejala dan tanda lanjut seperti perdarahan di kulit (seperti bekas gigitan nyamuk), muntah-muntah, gelisah, dan mimisan, maka dianjurkan segera dibawa berobat/diperiksakan ke dokter atau unit pelayanan kesehatan untuk segera mendapat pemeriksaan dan pertolongan.

(Sumber : Mediakom, Penulis: Didit Tri Kertapati Editor: Sopia Siregar)