Kegiatan

Refleksi Hasil Pelayanan Kesehatan Anak Kabupaten OKU di Hari Anak Nasional

Rusmini Wiyati Jul 23, 2020
Pelayanan posyandu di era pandemi covid-19

Masa balita sering disebut sebagai periode emas, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia. Periode ini merupakan “Masa emas” ( Golden period) , Jendela kesempatan (Window Opportunity) sekaligus Masa kritis (critical Periode) bagi otak anak dalam menerima berbagai masukan /pembelajaran /pengaruh dari lingkungan disekitarnya baik yang bersifat positif maupun negatif .

Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, dapat diukur, dan terjadi secara fisik. Pertumbuhan dapat dipantau melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan ukuran lainnya sesuai usia dengan standarisasi alat ukur tertentu. Sedangkan perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, misalnya anak dapat berjalan atau berbicara yang diamati dari cara ia bermain, belajar, berbicara, dan bersikap.

Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak harus dipantau secara rutin. Pemantauan ini dapat dilakukan di posyandu atau juga PAUD yang terintegrasi dengan kegiatan posyandu. Di posyandu ini anak-anak dipantau pertumbuhan dan perkembangannya serta diberi pelayanan kesehatan sesuai dengan usianya. Pelayanan kesehatan di posyandu diberikan oleh petugas kesehatan yang memiliki kemampuan stimulasi, deteksi dan intervensi tumbuh kembang anak (SDIDTK).

Pelatihan SDIDTK Kabupaten OKU Tahun 2019

Menurut Kemenkes kegiatan SDIDTK terdiri dari :

  1. Stimulasi dini untuk merangsang otak balita agar perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian pada balita berlangsung optimal sesuai dengan umur anak.
  2. Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan pemeriksaan untuk mendeteksi atau menemukan adanya penyimpangan tumbuh kembang balita. Apabila ditemukan penyimpangan lebih dini , maka intervensi akan lebih mudah di lakukan
  3. Intervensi dini adalah tindakan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak anak agar tumbuh kembangnya kembali normal atau penyimpangannya tidak semakin berat.
  4. Rujukan dini , apabila balita perlu dirujuk, maka rujukan juga harus dilakukan sedini mungkin sesuai dengan indikasi.

Pemeriksaan SDIDTK dilaksanakan pada :

  1. Balita usia 0 bulan -24 bulan setiap 3 bulan sekali
  2. Balita usia 24 bulan – 72 bulan setiap 6 bulan sekali

Pemeriksaan SDIDTK meliputi:

  1. Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan meliputi :
    a. Pengukuran Berat Badan
    b. Pengukuran Panjang badan/Tinggi Badan
    c. Pengukuran lingkar kepala
  2. Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan meliputi :
    a. Pemeriksaan mengunakan Kuisoner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk gerak kasar, gerak halus, bicara-bahasa, kemandirian dan sosialisasi
    b. Tes daya dengar (TDL)
    c. Tes daya lihat (TDD)
  3. Deteksi Dini Penyimpangan Perilaku Emosional dan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas ( GPPH)
Pelatihan SDIDTK di Kabupaten OKU Tahun 2019

Di Kabupaten OKU sampai saat ini terdapat 334 posyandu yang tersebar di seluruh desa/kelurahan bahkan sampai ke talang-talang. Kunjungan balita ke posyandu di Kabupaten OKU tahun 2019 baru mencapai 65,4% karena ada kecenderungan untuk tidak melanjutkan kunjungan lagi setelah balita mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Walaupun demikian dampak dari pelayanan kesehatan anak di Kabupaten OKU selama 3 tahun terakhir berhasil menekan angka kematian bayi dan balita hingga berada di bawah target nasional. Angka kematian bayi 6,8/1.000 KH (target 9/1.000 KH), angka kematian balita 7,2/1.000 KH (target 24/1.000 KH) dan prevalensi kekurangan gizi pada balita 2,2% (target 17%)

Di era pandemi covid-19 ini walaupun kegiatan posyandu sempat beberapa bulan dihentikan, akan tetapi pelayanan kesehatan seperti imunisasi masih bisa didapatkan di puskesmas. Kondisi terakhir, sejak bulan Juli 2020 semua kegiatan posyandu di kabupaten OKU telah diaktifkan kembali dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selamat Hari Anak Nasional Kabupaten OKU, kehadiranmu untuk memantau pertumbuhan dan perkembanganmu kami tunggu di posyandu.