Kegiatan

Reptil Basah, Kegiatan Unggulan Posyandu Remaja di UPTD Puskesmas Peninjauan

Kadek Wardana Jul 21, 2020
Pengunjung Posyandu Remaja Tunas Muda antusias mengikuti penyuluhan kesehatan dari rekan Kader Kesehatan Remaja

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Sifat khas remaja mempunyai keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menangggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial. Sifat dan perilaku berisiko pada remaja tersebut memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan remaja termasuk pelayanan kesehatan reproduksi.

Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh UPTD Puskesmas Peninjauan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan bagi remaja di wilayah kerjanya adalah membentuk posyandu remaja. Posyandu remaja dibentuk di seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Peninjauan yang bertujuan untuk mendekatkan akses dan meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan bagi remaja. Selain itu pendirian posyandu ini juga berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat terutama remaja usia 10-18 dengan cara noninstruktif, self identification dan pengembangan potensi yang dimiliki oleh remaja dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat serta berlatih untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh remaja.

Penyelenggaraan posyandu remaja di masa pandemi covid-19 tetap menerapkan protokol kesehatan

Semenjak pertama didirikan pada bulan September 2019, sampai saat ini jumlah posyandu remaja di wilayah kerja UPTD Puskesmas Peninjauan berjumlah 12 posrem, yaitu :

  1. Posrem Saung Ragaseba di Desa saung Naga
  2. Posrem Republik dan Posrem Gams di Desa Peninjauan
  3. Posrem Mendala Jaya 1 dan Posrem mendala Jaya 2 di Desa Mendala
  4. Posrem Pam Kardo Berkarya di Desa Karang Dapo
  5. Posrem Tunas Muda di Desa SP4
  6. Posrem Tirta Tama di Desa SP5
  7. Posrem Seroja di Desa SP6
  8. Posrem Cempaka di Desa SP7
  9. Posrem Pelangi di Desa SP8
  10. Posrem IKSMJ di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Desa Peninjauan

Setiap posyandu memiliki kader 6 orang yang berasal dari para remaja itu sendiri dan telah dilatih oleh puskesmas agar dapat melakukan pelayanan di posyandu, bahkan juga dapat melaksanakan tugas sebagai konselor sebaya bagi teman-temannya yang sedang menghadapi masalah. Dengan difasilitasi oleh petugas puskesmas dan bidan desa setempat, posyandu ini dibuka setiap bulan. Kegiatan yang dilakukan di posyandu remaja ini meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, senam/olahraga, permainan yang merangsang inteligensi dan mengelola bank sampah.

Setelah kegiatan pelayanan posrem selesai, dilanjutkan kegiatan pengelolaan sampah anorganik untuk dijual ke Bank Sampah Induk

Pengelolaan bank sampah ini merupakan program unggulan bagi setiap posyandu remaja di wilayah kerja UPTD Puskesmas Peninjauan. Dalam kegiatan ini para remaja bukan hanya diajarkan cara mendapatkan uang dari menjual sampah anorganik saja, akan tetapi lebih dari itu adalah penanaman rasa peduli terhadap lingkungan yang dimulai dari pemanfaatan barang bekas untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah anorganik yang tidak mudah terurai.

Untuk pengelolaan bank sampah, setiap peserta yang datang ke posyandu wajib membawa sampah anorganik berupa barang-barang bekas yang terbuat dari plastik, kertas, kaleng minuman maupun kardus. Sampah-sampah ini kemudian ditimbang, dipilah kemudian dijual ke Bank Sampah Induk yang ada di setiap desa.

Program unggulan ini akan terus dikembangkan menjadi inovasi pelayanan publik dengan nama Reptil Basah (Remaja Peduli Terhadap Lingkungan dengan Mengelola Bank Sampah). Diharapkan sampah yang dikumpulkan oleh para remaja di posyandu ini suatu saat nanti akan dapat diubah menjadi hasil kerajinan yang lebih bernilai ekonomis sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan terutama yang digerakkan oleh para remaja.

Editor : Rusmini Wiyati, Kontributor : Kadek Wardana, SKM (Kepala UPTD Puskesmas Peninjauan)