Informasi Publik

Saling Menguatkan Menjelang Adaptasi Kebiasaan Baru

Elya MPh Jun 17, 2020
Gambar : Kemkes 2020

Semua orang tahu COVID-19 hingga saat ini masih merupakan pandemi. Dampak covid-19 sangat terasa yang telah meluluhlantahkan  demensi kesehatan, demensi kemanusian, sosial dan ekonomi. Wabah ini telah mengancam membuat masyarakat takut, panik.  Mari bersatu, bersinergi, bergotong royong semua komponen untuk melawan COVID-19. Jika kemaren ada kata-kata rumor mengatakan bersatu kita hancur karena bisa saling menularkan. Maka saat ini kita bersatu melawan COVID-19  untuk memasuki tatanan adaptasi kebiasaan baru, masa sebelum COVID-19 biar berlalu, kita jelang masa saat ini.

Kasus positif COVID-19  di Sumsel, masih cukup meresahkan terlihat dari Data Zonasi Risiko, terilihat beberapa kabupaten yang sudah dengan risiko rendah, risiko sedang dan risiko tinggi. Dari data zonasi risiko  kabupaten/kota dengan risiko sedang (Banyu Asin, Pali, Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau dan Kota Prabumulih) sedangkan Kota/Kabupaten dengan risiko tinggi  adalah Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim, (Surveilan Dinkes Provinsi SumSel,2020).

Saat ini semua harus merubah mindset harus merubah pola pikir, kita tidak mungkin kembali kemasa sebelum COVID-19, kita harus tenang dan bersatu melawan covid dengan beberapa strategi, dan yakinlah semua akan berhasil. Kita harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa kondisi COVID-19 bisa dikendalikan dengan ketentuan mereka mau melaksanakan pesan atau respon sesuai pesan yang disampaikan,  dengan bahasa yang mudah dipahami, yang dapat dilaksanakan semua orang. Adapun strategi yang dapat dilakukan dengan :

  1. Komunikasi masa, yaitu penyebarluasan informasi yang cepat benar dan akurat, dengan menggunakan berbagai media maupun langsung.
  2. Meningkatnya peran serta masyarakat sebagai ujung tombak dari semua komponen, organisasi kemasyarakatan, lintas sektor, untuk selalu waspada sampai yang paling rendah.
  3. Kapasitas puskemas, posyandu dan kader kesehatan tetap dapat memberikan pelayanan dan memberikan  informasi dan sekaligus memantau serta membinanya.
  4. Keterlibatan dalam pemangku jabatan,  terlibat langsung dalam penegakan  kebijakan seperti yang tertuang dalam tatanan adaptasi kebiasaan baru (Kemenkes,2020).

Sejalan dengan akan memasuki masa adaptasi kebiasaan baru ini harus tersosialisasikan, harus kita sampaikan. Bahwa setiap orang harus membawa barang-barang keperluan pribadi seperti: masker, peralatan sholat, peralatan makan sendiri, helm, hand sanitizer, tisu basah dan kering , selalu cuci tangan, dan lain-lain.

Gambar : Kemkes 2020

Semoga dengan adaptasi kebiasaan baru ini, kita akan tetap sehat di tengan-tengah pandemi ini. Ayo sampaikan kepada semua orang, bisa menggunakan media teknologi maupun media tradisional, sesuai kebiasaan dan budaya masyarakat di sekitar kita.