Kegiatan

UPTD Puskesmas Sekar Jaya Siapkan Protokol Kesehatan di Sekolah

Ansori Andika Jul 14, 2020
Petugas Puskesmas dan Guru memantau siswa bergiliran untuk mencuci tangan dengan menerapkan jaga jarak aman

Sehubungan dengan telah dimulainya kegiatan tahun ajaran baru 2020-2021 di sekolah mulai dari tingkat PAUD sampai dengan SLTA di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sekar Jaya, maka untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 di lingkungan sekolah, UPTD Puskesmas Sekar Jaya telah menyiapkan protokol kesehatan yang harus dilaksanakan oleh pihak sekolah serta memantau pelaksanannya.

Sarana pendukung yang harus disiapkan oleh sekolah antara lain thermogun untuk mengukur suhu tubuh siswa sehingga jika ada yang mengalami demam dapat terpantau, sarana cuci tangan lengkap dengan air mengalir dan sabun/ handsanitizer. Selain itu penyemprotan lingkungan sekolah dengan disinfektan juga diperlukan.

Siswa mencuci tangan pakai sabun sebelum memasuki ruang kelas

Pihak sekolah juga harus memastikan agar seluruh warga sekolah baik guru, tenaga kependidikan maupun siswa serta orang tua yang mengantar siswa selalu menggunakan masker selama di lingkungan sekolah, menjaga jarak aman dengan menghindari bergerombol ataupun berdesak-desakan, mencuci tangan pakai sabun sebelum memasuki lingkungan sekolah serta diperiksa suhu tubuh terlebih dahulu untuk mencegah siswa yang demam masuk sekolah

Posisi duduk diatur untuk menjaga jarak aman dengan membagi giliran masuk kelas

Berikut 15 protokol penanganan covid-19 di lingkungan pendidikan

  1. Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Melalui Puskesmas setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi covid-19.
  2. Menyediakan sarana cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai jumlah dibutuhkan.
  3. Menginstruksikan warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olah raga teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.
  4. Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Termasuk Memonitor absensi (ketidakhadiran) sekolah, Jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat memeriksakan diri.
  5. Memberikan himbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam/batuk/ pilek/sakit tenggorokan/sesak napas untuk mengisolasi diri dirumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain.
  6. Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada).
  7. Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
  8. Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu.
  9. Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga pendidikan yang punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  10. Memastikan makanan disediakan di sekolah merupakan makanan sehat dan sudah dimasak sampai matang.
  11. Menghimbau seluruh warga sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit.
  12. Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya).
  13. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah (berkemah, studi wisata).
  14. Melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu yang datang ke institusi pendidikan.
  15. Warga sekolah dan keluarga yang berpergian ke negara dengan transmisi lokal covid-19 dan mempunyai gejala demam atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area sekolah.

Editor : RW/Kontributor : Ansyori,S.K.M.,M.K.M.( Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Sekarjaya)