Artikel Kesehatan

WASPADAI HIPERTENSI, KENDALIKAN TEKANAN DARAH

anita aprilia Dec 14, 2021
Pemeriksaan Tekanan Darah di Dinas Perhubungan Kab. OKU

Tekanan Darah adalah tekanan yang terdapat dalam pembuluh darah yang mengalir sampai diseluruh tubuh dalam jumlah yang cukup dan waktu yang tepat.

Tekanan darah seseorang ditandai dengan dua ukuran, yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik

Tekanan darah disebut normal apabila tekanan darah tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmhg dan tekanan darah diastolik kurang dari 80mmhg

Skrining Kesehatan pada Usia Produktif

Dikatakan mulai terkena penyakit darah tinggi jika tekanan darah sistolik berada pada kisaran 120-139 mmHg atau tekanan darah sistolik pada kisaran 80-99 mmHg.

Faktor-faktor resiko penyakit jantung koroner sebagai akibat dari penyakit hipertensi yang tidak ditangani secara baik dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu :

Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Diubah

  • Umur
  • Jenis Kelamin
  • Keturan (Genetik)

Faktor Resiko Yang Dapat Diubah

  • Kegemukan (Obesitas)
  • Psikososial dan Stress
  • Merokok
  • Olalraga
  • Konsumsi Alkohol
  • Konsumsi Garam Berlebihan

Tanda dan Gejala Hipertensi

  1. Sakit kepala dan pusing
  2. Rasa berat ditengkuk
  3. Mudah marah dan wajah kemerahan
  4. Telinga berdenging
  5. Kelelahan

Makanan Yang Diperbolehkan Untuk Hipertensi

  1. Sumber protein hewani, meliputi daging ayam, kecuali jerohan, ikan laut tidak asin, putih telur
  2. Sumber protien nabati, meliputi semua kacang-kacangan yang diolah tanpa garam
  3. Sayuran, meliputi semua sayuran yang hijau dan segar tanpa diawetkan kecuali daun singkong, daun melinjo
  4. Buah-buahan, meliputi semua buah segar tanpa diawetkan kecuali buah durian
  5. Minuman, meliputi air mineral, teh, susu rendah lemak

Tatalaksana Pengendalian Penyakit Hipertensi dilakukan dengan pendekatan :

  1. Promosi kesehatan diharapkan dapat memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan diri serta kondisi lingkungan sosial, diintervensi dengan kebijakan publik, serta dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarkat mengenai perilaku hidup sehat dalam pengendalian hipertensi
  2. Preventif dengan cara larangan merokok, peningkatan gizi seimbang dan aktifitas fisik untuk mencegah timbulnya faktor resiko menjadi lebih buruk dan menghindari terjadi rekurensi (kambuh) faktor resiko
  3. Kuratif dilakukan melalui pengobatan farmokologis dan tindakan yang diperlukan. Kematian mendadak yang menjadi kasus utama diharapkan berkurang dengan dilakukanya pengembangan manajemen kasus dan penanganan kegawatdaruratan disemua tingkat pelayanan dengan melibatkan organisasi profesi, pengelola program dan pelaksana pelayanan yang dibutuhkan dalam pengendalian hipertensi.
  4. Rehabilitatif dilakukan agar penderita tidak jatuh pada keadaan yang lebih buruk dengan melakukan kontrol teratur dan fisiotrafi komplikasi serangan hipertensi yang fatal dapat diturunkan dengan mengembangkan manajemen rehabilitasi kasus dengan melibatkan unsur organisasi profesi, pengelola program dan pelaksana pelayanan di berbagai tingkatan.

Tujuan dari promosi adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanggulangan PTM agar tidak menderita penyakit hipertensi, pencegahan dimaksud dengan menjalankan pola hidup sehat, berupa diet seimbang dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh, garam, dan memperbanyak makan sayur dan buah-buahan, tidak merokok, perbanyak aktivitas.

Promosi pencegahan dan penanggulangan hipertensi dilakukan dengan menjadi jejaring kerja, sebagai visi untuk membentuk forum komunikasi prima, dalam melakukan promosi dapat dibentuk kelompok-kelompok dalam pembelajaran, memotivasi dan melakukan perubahan pola hidup.

Promosi bagi pencegahan dan penanggulangan hipertensi yang efektif bila dilakukan dalam intensitas yang memadai serta berkesinambungan dan dalam waktu yang cukup lama, promosi dapat dilakukan dengan menggunakan media cetak dan elektronik.

Kesimpulan :

  • Penyakit Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan makin meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia dan makin tingginya pajanan faktor resiko, yaitu hal-hal yang mempengaruhi atau menyebabkan terjadinya penyakit tidak menular pada seseorang atau kelompok tertentu.
  • Program pengendalian hipertensi di Indonesia, meliputi : penyuluhan (KIE), Kemitraan, Penemuan dan Tatalaksana Kasus, Survailans Epedemiologi (Kasus dan Faktor Resiko), Upaya Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalm Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Melalui Kajian Aspek Sosial Budaya dan Perilaku Masyarakat, serta Pemantauan dan Penilaian.

Cegah hipertensi dengan Gaya Hidup, CERDIK

C = Cek kesehatan secara rutin

E = enyahkan asap rokok

R = rajin aktivitas fisik

D = Diet seimbang

I = Istirahat cukup

K = Kelola stres

Kendalikan hipertensi dengan PATUH

P = periksa kesehatan secara rutin dan ikuti aturan dokter

A = atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur

T = tetap diet dengan gizi seimbang

U = upayakan aktivitas fisik dengan aman

H = hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya